Entahmengapa, sedari saya menginjak usia 20 tahun, saya merasa selalu bersedih saat hari ulang tahun tiba. Ada suatu perasaan tidak nyaman di benak saya setiap mendekati hari ulang tahun Ceritadongeng burung gagak minum air dalam sebuah kendi untuk bertahan hidup ini tak banyak. Di antaranya adalah hutan yang mengalami kekeringan, sebuah tempat di sekitar kendi, dan sungai tempat tinggal baru para burung. 4. Alur Cerita Dongeng Burung Gagak dan Sebuah Kendi. Alur cerita fabel pendek ini adalah maju atau progresif. . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ditengah kehidupan yang serba kompleks ini ternyata masih ada orang-orang yang mempunyai keikhlasan yang luar biasa. Hal itu ditunjukkan dalam bentuk memberikan kepeduliannya kepada orang lain disaat orang lain sangat membutuhkan sebuah pertolongan. Sebut saja Ibu Nyami yang dalam kesehariannya hanya bisa mengais rezeki dari pagi hingga sore hari sebagai seorang pemulung jalanan yang ditemani oleh anaknya yang masih kecil dan sebuah gerobak tua. Siapa sangka dan siapa duga ia telah memberikan yang contoh terbaik dalam hidupnya ketika ia dipertemukan sengan seorang Ibu Tua sebayanya yang meminta tolong padanya agar membeli bunga kamboja seharga rupiah dari Ibu Tua itu demi untuk membayar keperluan uang sekolah anaknya. Lain pula halnya dengan Pak Roni yang kesehariannya hanya sebagai seorang pedagang buku gambar, buku cerita anak-anak, yang mengalami cacat fisik itu yakni kakinya yang puntung sebelah dengan semangatnya yang besar berkeliling kota Semarang hanya untuk berjuang hidup. Juga telah memberikan nilai-nilai keteladanan yakni keikhlasan yang begitu besar dalam hidupnya. Ketika Ia bertemu dengan seorang anak perempuan yang ingin menjual botol loakan padanya seharga rupiah untuk membeli pakaian sekolah. Pak Roni menanyakan anak itu untuk apa ia menjual botol itu. Anak itu menjawab bahwa untuk membeli pakaian sekolah. Pak Roni pun merogoh kantongnya dan mengeluarkan semua uang yang di dapatnya itu. Lalu memberikan kepada anak itu. Melihat dua kisah diatas yang di alami oleh Ibu Nyami dan Pak Roni bagi saya adalah sebuah kisah yang sangat mengharukan sekaligus menggelitik kita semua. Bahwa ternyata dalam kehidupan ini, khususnya di kota-kota besar masih ada sosok seperti Ibu Nyami dan Pak Roni yang punya kepedulian yang begitu besar kepada orang lain. Padahal pekerjaan yang ia jalani setiap harinya itu boleh di bilang masih jauh dari cukup atau pas-pasan. Apakah karena Ibu Nyami dan Pak Roni selalu ikhlas dalam menjalani hidup ini dan mensyukuri dengan apa yang mereka dapatkan dari hasil pekerjaaannya. Itu masalah lain. Namun, aktiualisasi nilai-nilai keikhlasan telah ia wujudkan dalam laku kehidupannya sehari-hari. Jika ditelisik lebih jauh lagi, Ibu Nyami dan Pak Roni telah memahami persis apa arti sebuah keikhlasan dalam kehidupan ini. Baginya, hidup yang sementara ini ia manifestaskan dengan berbuat baik kepada orang lain. Hanya itu saja yang ada dalam benak mereka. Tidak ada yang lain. Selebihnya bagi mereka, tetap terus berjuang mengadu nasib untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Semua urusan itu ia serahkan kepada Tuhan. Manusia hanya bisa bergerak dan berikhtiar, Tuhan yang memberikan jawabannya dalam bentuk apa saja. Buktinya, mereka masih bisa bersyukur dengan apa yang di jalankannya itu sebagai anugrah Tuhan. Ia masih bisa mendapatkan rezeki setiap hari untuk bisa bertahan hidup. Kisah-kisah keteladanan ini adalah merupakan sebuah gambaran pada kita semua bahwa itulah salah satu makna hidup manusia dalam dirinya. Yang menununtun dan membawanya ke dalam sebuah tuntunan kemuliaan. Ditengah semakin sulitnya kepekaan-kepekaan manusia kepada sesama. Memberikan sebuah contoh kisah keteladanan yang statusnya hanyalah sebagai seorang yang selama ini kita pandang sebelah mata, namun kenyataannya ia telah memberikan sebuah nilai-nilai keikhlasan dalam hidup ini. Suatu bukti bahwa status manusia seperti pangkat, jabatan, golongan, pendidikan, bukanlah segalanya dalam hidup ini. Yang segalanya adalah bagaimana mem-fungsikan “rasa” kepekaan kita dalam kehidupan ini. Karena dalam “rasa” itu sebenarnya disitulah sifat-sifat Tuhan selalu bersemayam. Kisah cerita nyata ini saya angkat dari sebuah acara “minta tolong” di RCTI. Lihat Pendidikan Selengkapnya Kisah Inspiratif tentang “Ikhlas” Kisah Pertama ALKISAH, di sebuah desa hiduplah seorang ulama yang sangat disegani,meski secara ekonomi hidupnya pas-pasan. Dia berusaha mengajak penduduk di sekitarnya untuk menyembah Tuhan dengan meninggalkan tradisi dan kepercayaan lama yang suka menyembah gunung dan pohonpohon desa meyakini gunung dan pohonpohon besar memiliki kekuatan gaib yang bisa menyejahterakan maupun mencelakakan warga sekitar. Suatu hari ulama tadi mendapat laporan bahwa tak jauh dari desanya terdapat pohon yang sering didatangi penduduk untuk meletakkan sesaji dan melakukan ritual, memohon keberkahan dari pohon yang diyakini memiliki kekuatan magis itu. Mendengar berita itu, sang ulama mengambil parang dan bergegas ke sana untuk memberikan khotbah dan kalau perlu menebang pohon itu. Di tengah jalan,rupanya setan yang menjelma menjadi pemuda gagah dan kekar telah menghadang. Dia gembira kalau banyak warga desa yang jadi temannya.”Mau pergi ke mana,Ustaz?”tanya pemuda tadi. ”Aku akan mengingatkan penduduk desa agar meninggalkan kepercayaan sesat dan aku akan tebang pohon yang membuat orang menjadi musyrik,” jawab itu pun menggertak, ”Aku pemilik dan penjaga pohon itu. Siapa pun yang hendak menebang, mesti melawan aku dulu.” Setelah ulama tadi mencoba berbicara baik-baik tidak mempan, akhirnya terjadilah perkelahian fisik, antara ustaz yang kecil dan kurus melawan pemuda yang kekar dan gagah. Pada akhir perkelahian, pemuda tadi kalah. Maka ustaz mendatangi dan menasihati penduduk yang sedang menyembah pohon agar membubarkan diri dan mereka tidak mengulangi lagi perbuatan itu. Selang beberapa hari, rupanya masih saja terjadi ritual menyembah sang ustaz pergi untuk memberi khotbah. Di tengah jalan, setan yang menjelma menjadi pemuda kekar dan gagah mencegatnya, membujuk agar jangan menebang pohon sambil menyodorkan uang kompromi—katakanlah lima juta rupiah. Ustaz pun marah, merasa terhina, dan perkelahian tidak pemuda yang tampaknya lebih kekar dan perkasa itu kalah melawan ustaz yang kecil dan kurus. Penduduk pun kembali dinasihati dan diminta tidak mengulangi. ”Kalau masih mengulangi lagi, pohon akan saya tebang,” kata sang ulama tegas. Merasa sudah menang, ustaz tadi merasa lega karena telah berusaha berdakwah mengajarkan tauhid, mengajak warganya ke jalan yang benar, hanya menyembah Allah. Sungguh kaget, suatu hari ada berita bahwa penduduk lain berdatangan untuk melakukan ritual serupa, membuat sesaji, dan berdoa pada pohon yang dianggap angker dan magis itu dalam jumlah lebih besar. Demikianlah,di tengah jalan ustaz sudah mengira pasti pemuda tadi kembali akan mencegatnya. Dalam hati berbisik,berapa banyak uang kompromi yang mau ditawarkan kali ini. ”Kalau saja tawarannya di atas dua puluh lima juta, lumayan jugalah untuk memperbaiki rumah,” pikir ustaz tadi. Maka sampailah ustaz tidak jauh dari pohon dan memang benar jumlah penduduk yang menyembah pohon masih banyak. Maka dicabutlah parangnya untuk menebang pohon pemuda tadi menghadang sehingga terjadi perkelahian dengan disaksikan orang banyak. Keberuntungan kurang berpihak, ustadz tadi akhirnya kalah dan sungguh malu disaksikan orang pulang dengan wajah merunduk. Sampai di rumah dia merenung,merasa kalah,dan dipermalukan. ”Mengapa dulu aku menang dengan mudahnya melawan pemuda itu,tetapi mengapa sekarang aku kalah?” keluhnya. Dia lalu ambil air wudu, terus salat mohon ampun dan petunjuk kepada Tuhan. Dalam salat itu dia pun sadar dan terjawab mengapa dia kalah. ”Perkelahian pertama dan kedua aku menang karena aku ikhlas, semata karena Allah,sehingga pemuda yang gagah perkasa sanggup kukalahkan. Adapun yang terakhir, dalam hatiku sudah ternoda dan tergoda membayangkan uang kompromi atau sogokan dalam jumlah yang lebih besar, sehingga keikhlasanku tidak bulat, bahkan rusak, maka aku tidak lagi sakti, bahkan jadi tertawaan setan dan koncokonconya, meski aku seorang ulama.” Ulama tadi kehilangan the power of ikhlas. Kisah Kedua Masih ada kisah lain yang juga menjelaskan kekuatan dan keajaiban ikhlas. Di suatu desa terdapat seorang ulama atau ustaz yang juga disegani oleh warganya. Karena didorong oleh cintanya kepada ustaz, ada seorang warga desa yang menghadap minta didoakan sambil membawa oleh-oleh singkong dari kebunnya sendiri. ”Ustaz, ini sekadar hadiah, tak seberapa nilainya. Sebagai rasa cinta dan syukur, saya membawa singkong dari hasil panen kebun sendiri. Semoga Ustaz berkenan menerima hadiah ini,” ujarnya sopan kepada ulama tadi. Ulama tadi terharu dengan kepolosan warga desa tersebut, sehingga menggerakkan hatinya untuk membalas dengan memberi hadiah. ”Terima kasih kunjunganmu dan hadiah yang Engkau bawa. Semoga ke depan panenmu semakin banyak. Sebagai rasa terima kasih, terimalah hadiah dari saya, seekor kambing ini. Mudahmudahan ke depan akan beranak-pinak yang banyak dan sehat-sehat,” kata ulama dengan ramah. Betapa gembiranya warga desa tadi dan sangat terkesan akan kebaikan hati sang ustaz, sekeranjang singkong ditukar dengan seekor kambing yang gemuk. Selang beberapa hari rupanya ada tetangga yang tahu kebaikan ustaz tadi. Maka pagi-pagi dia bertamu ke rumah ustaz dengan membawa hadiah seekor kambing. ”Semoga Ustaz akan membalasnya dengan memberi hadiah seekor sapi kepada saya,”bisiknya dalam hati. Demikianlah,warga desa tadi datang bersilaturahmi dan menyampaikan maksud hati untuk memberi hadiah seekor kambing sebagai tanda hormat dan terima kasih padanya yang selama ini telah memberikan bimbingan agama pada masyarakat. ”Terima kasih atas kebaikan hatimu. Sekadar sebagai tanda terima kasih, ini saya hadiahkan sekeranjang singkong, pasti istri dan anak-anakmu akan senang,” jawab ustaz sambil tersenyum. Dengan hati kecewa dan muka agak masam tamu pulang sambil membawa sekeranjang singkong. Dia menyesal, alih-alih mendapat hadiah sapi yang dia bayangkan, kambingnya malah ditukar dengan singkong. Dua kisah tadi kelihatannya ada pelajaran yang amat berharga. Bahwa keikhlasan merupakan sumber kekuatan dan kebahagiaan hidup. Ikhlas adalah energi dan cahaya hati. Tanpa keikhlasan, daya hidup akan melemah dan dunia menjadi muncul serbakurang, caci maki, dan selalu haus akan pengakuan dan pujian. Ketika keduanya tidak diperoleh, hidup menjadi tidak nyaman dijalani Sumber lengkapnya Hai, Sobat Guru Penyemangat, bisakah kamu ceritakan secara singkat kisah orang yang memiliki perilaku ikhlas? Sejatinya ikhlas itu tidak cukup hanya dari kata saja, kan? Karena perilaku ikhlas berawal dari niat yang baik, niat yang rela, dan niat yang tulus. Bila niatnya sudah tidak ikhlas, maka mengerjakan sesuatu jadi setengah hati alias tidak tulus. Tapi, berikut Guru Penyemangat bakal hadirkan cerpen tentang ikhlas lho. Cerita singkat tentang ikhlas berikut menceritakan tentang seseorang yang tetap memberi baik di waktu lapang maupun waktu sempit. Mari disimak saja ya Cerpen Tentang Ikhlas Tetap Memberi di Waktu Lapang Maupun Sempit Hari itu adalah hari Senin. Semua orang tampak sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang buru-buru mengejar bis agar tidak tiba di kantor. Ada orang tua yang mengantarkan anaknya sekolah, dan ada pula orang yang baru saja pulang dari pekerjaannya. Tidak terkecuali, Pak Alan pula begitu. Sejak pagi hari ia sudah sibuk menyiapkan jualan telur gulung. Tidak lupa, ia memompa ban terlebih dahulu supaya nanti kegiatanny berniaga ke jalan raya tidak menemui masalah yang berarti. Tapi, walaupun nanti di suatu ketika ia mendapati dirinya terkena musibah seperti ban gerobak jualan yang pecah atau kesulitan lainnya, ia akan terus belajar ikhlas dan menganggap kejadian itu adalah sesuatu yang terbaik untuknya. Karena hari ini adalah hari Senin, Pak Alan punya rasa optimisme yang besar. Ia berpikir positif bahwa nanti para pembeli telur gulung yang ia jual bakal lebih banyak. * Pukul WIB, Pak Alan sudah tiba di samping pintu gerbang sebuah sekolah dasar. Sebagaimana yang diketahui, pukul biasanya anak-anak SD bakal memasuki jam istirahat pertama. Pak Alan pun sudah bersemangat sejak pagi. Ia bahkan menyiapkan dua karpet telur tambahan sebagai persiapan jikalau nanti telur gulung terjual habis sebelum waktunya. * Nyaris satu jam Pak Alan menanti siswa di pintu gerbang SD. Entah mengapa tidak ada satu pun siswa yang keluar dari atau bermain di halaman sekolah. Hanya ada seorang penjaga sekolah yang tampak bolak-balik memeriksa kelas dan ruang guru. Pak Alan yang penasaran langsung bertanya kepada penjaga sekolah tersebut. “Mang, sekarang belum masuk jam istirahat, kah?” “Oalah, anak-anak tadi pukul sudah pulang, Pak. Soalnya hari ini para dewan guru sedang ada acara rapat di Aula Dinas Pendidikan.” Pak Alan pun tersenyum rendah dan langsung meninggalkan penjaga sekolah dengan perasaan setengah patah. Seketika mendorong kembali gerobak telur gulung, barulah terasa olehnya bahwa gerobak jualan hari ini lebih berat daripada hari kemarin, karena memang porsi jualannya lebih besar. Tapi apalah daya, Allah memiliki rencana lain dan nikmat yang besar. Ya, nikmat kali ini adalah ujian bagi Pak Alan untuk lebih sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah. Otomatis penghasil Pak Alan hari ini akan semakin sedikit daripada hari-hari sebelumnya. Demi menyenangkan hatinya, Pak Alan melantunkan shalawat Nabi sembari berdoa kepada Allah agar diberikan kelapangan hati dan dibukakan pintu rezeki. Sesaat sembari duduk santai, tiba-tiba Pak Alan didatangi oleh anak kecil yang memungut sampah untuk dijual kembali. “Nak, sini. Kamu kok tidak sekolah?” tanya Pak Alan “Wah, saya tidak punya biaya untuk sekolah, Pak. Saya hanya seorang diri. Ayah dan Ibu sudah meninggal dunia,” terang si anak Pak Alan pun menyiapkan beberapa porsi telur gulung dan memasukkan beberapa lembar uang sepuluh ribuan ke dalam plastik tersebut. “Nak, ini Bapak beri cemilan agar kamu tetap semangat bekerja,” ujar Pak Alan sembari memberikan telur gulung dan sejumlah uangBoleh Baca Cerita Pendek Tentang Sedekah “Alhamdulillah. Terima kasih, ya Pak. Saya doakan semoga dagangan Bapak laris manis dan berkah.” “Aamiin Ya Robbal’aalamiin.” Pak Alan menyadari bahwa keadaan ia di hari itu serasa sempit. Ia belum mendapatkan pelanggan walau hanya seorang. Hanya saja, Pak Alan tetap berusaha ikhlas dalam memberi. Pak Alan merasa bersyukur karena walaupun hanya jualan telur gulung, namun penghasilannya masih cukup untuk menghidupi keluarga. Lebih daripada itu, ia pula menyadari bahwa perilaku ikhlas harus tetap dilakukan entah itu di waktu sempit maupun waktu lapang. Ikhlas pula tidak harus tentang pemberian yang banyak, tidak harus selalu memberi uang, dan tidak pula harus menunggu kaya. * Hari sudah mulai sore. Pak Alan sudah berkeliling ke sana-kemari sembari mendorong gerobaknya. Tapi sayang, pelanggannya barulah 5 orang saja. Berapa pun pelangganku hari ini, insya Allah aku akan tetap bersyukur kepada Allah. Semoga Allah membukakan pintu rezeki yang seluas-luasnya kepadaku. Begitu doa Pak Alan. * “Pak, telur gulungnya masih ada? Tolong bungkuskan 100 porsi ya…” Dalam lamunnya yang sesaat itu, tiba-tiba Pak Alan didatangi oleh seorang pelanggan. Pakaiannya rapi, namun gaya bicaranya amatlah sederhana. Sepertinya pemuda ini adalah orang kantoran. “Wah, alhamdulillah. Ini serius, Mas?” tanya Pak Alan seraya penasaran. “Iya, Pak. Ini kami ada acara rapat dadakan, sedangkan saya tidak punya waktu untuk mencari cemilan lainnya. Beruntung di sini ada telur gulung,” jelas pemuda tersebut “Oke siap, Mas. Segera saya bikinkan.” Hati Pak Alan hari itu sangat senang. Dia tidak menyangka bahwa kesabaran tadi pagi langsung berbuah. Rencana Allah memang yang paling baik, dan Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. *Tamat* Nah, demikianlah tadi secarik cerita singkat tentang orang yang memiliki perilaku ikhlas. Dari kisah di atas, kita bisa memetik pelajaran bahwa perilaku ikhlas bisa dilakukan setiap saat baik di waktu lapang maupun waktu sempit, di waktu senang maupun susah. Salam. Ilustrasi ceramah singkat tentang ikhlas. Foto UnsplashCeramah Singkat tentang Ikhlasilustrasi mendengarkan ceramah. Foto FlickrAssalamualaikum Warahmatullahi WabarakatuhBismillahirrahmanirahim…Alhamdulillaahi robbil aalamiin wassholatu wassalamu ala asyrafil anbiya’i wal mursaliin sayyidina wamaulana Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’ marilah Kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan beribu-ribu kenikmatan. Sehingga pada hari ini dapat berkumpul tanpa satu halangan apa pun untuk hadir di acara yang Insyaallah dimuliakan oleh Allah serta salam semoga terlimpahlan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah banyak mengajarkan kepada Kita tentang keikhlasan. Ikhlas merupakan salah satu sunahnya, oleh sebab itu sebagai umat Muslim harus senatiasa adalah amaliah hati yang tingkatannya sangat tinggi. Berbeda dengan sabar, ikhlas akan terlihat setelah terjadinya suatu amal. Orang yang ikhlas dalam beramal adalah mereka yang merasa seolah-olah tidak melakukan amal bisa dianalogikan dengan bekerja tanpa meminta upah. Saking tingginya amalan ini, ibadah yang mengharapkan surga belum terhitung ikhlas sebab masih mengharapkan upah dari Allah. Namun, tingkatan tersebut sudah sangat tinggi dibandingkan dengan orang berarti beramal dengan mengharap surga dan takut neraka tidak baik. Imam Ghazali menjelaskan bahwa beramal mengharapkan surga hukumnya sah dan bagus serta berfedah diterimanya suatu Ghazali juga menyebutkan hakikat ikhlas adalah kemurnian niat dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Shalat ya shalat saja, makan ya makan saja, pergi ya pergi saja. Begitu pun ibadah, ibadah ya ibadah saja tanpa memikirkan hal-hal SWT berfirman pada surat Al Bayyinah ayat 5 “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus benar.”Dari ayat tersebut, Kita tahu bahwa betapa tingginya derajat sifat ikhlas. Dengan ikhlas, semua orang dengan profesinya masing-masing telah menjadi sufi, atau orang yang memiliki hati yang bersih. Seorang pedagang akan menjadi pedagang yang baik dan jujur, seorang petani menjadi petani yang baik, dan seorang pejabat menjadi pejabat yang baik, dan Al Ghazali mengatakan, “Semua manusia akan rusak, kecuali manusia yang berilmu. Semua manusia berilmu akan rusak, kecuali yang mengamalkan ilmunya. Semua manusia berilmu yang mengamalkan ilmunya akan rusak, kecuali yang ikhlas. Dan orang-orang yang ikhlas pun masih dalam keadaan kekhawatiran yang besar.”Dari ungkapan tersebut, terlihat jelas bahwa semua ilmu dan amal akan sia-sia jika di dalamnya tidak ada sifat ikhlas. Ilmu dan amal tidak dapat dibanggakan. Bagaimana mau dibanggakan, sedangkan yang ikhlas saja masih dalam keadaan khawatir yang mari mulai saat ini Kita tanamkan rasa ikhlas ke mana pun kita pergi. Contohnya saja jangan lupa mengantongi ikhlas. Seperti saat ini, kalau kita sedang membawa uang, mari sisihkan ke kotak begitu, Sahabat? Ikhlas itu, tanpa melihat besar kecilnya jumlah uang yang diberikan. Kita praktikkan ya, uang di dompet, tanpa melihat. Lalu masukkan ke dalam kotak amal. Jangan meraba-raba besaran uangnya, jangan juga diingat-ingat tadi uang lebih kecil ditaruh di atas atau bawah pesan Imam Al Ghazali, sifat ikhlas mempunyai prinsip dan hakikat. Jika sudah mencari-cari alasan, prinsip tersebut akan yang bisa disampaikan. Semoga ada manfaat yang bisa diambil untuk diterapkan dalam kehidupan warahmatullahi Singkat tentang RamadhanIlustrasi sedang menyampaikan ceramah. Foto UnsplashAssalamualaikum Wr. kini kita dinaungi bulan yang mulia, musim yang agung, yang di dalamnya Allah melipatgandakan pahala dan memperbanyak pemberian, serta membukakan pin tu-pintu kebaikan bagi semua orang yang menginginkannya. Bulan ini adalah bulan yang penuh kebaikan dan berkah, bulan pemberian dan kasih sayang, bulan yang diturunkan kepadanya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai bukti mengenai bimbingan serta sebagai pembeda antara yang salah dan yang benar. Bulan ini adalah bulan yang diliputi rahmat, ampunan, dan keselamatan dari siksa neraka. Sepertiga yang pertama darinya adalah rahmat, pertengahannya adalah am punan, dan sepertiga yang terakhir darinya adalah selamat terbebas dari siksa neraka, mengenai hal ini telah masyhur dibicarakan dalam akhbar dan dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Mus lim dari sahabat Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW pernah bersabda "Bila bulan Ramadhan datang, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan diikatlah setan."Dibukanya pintu-pintu surga pada bulan ini disebabkan ba nyaknya amal saleh yang dikerjakan orang, sekaligus untuk menggemarkan orang-orang beramal. Sedangkan ditutupnya pintu-pintu neraka dikarenakan sedikitnya kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang beriman. Adapun diikatnya setan setan memiliki pengertian bahwa mereka tidak dapat meng ganggu orang-orang yang baik itu sebagaimana yang dapat mereka lakukan pada bulan datangnya bulan suci Ramadhan merupakan nikmat yang paling besar bagi orang yang mendapati nya dan menunaikan hak-haknya dengan kembali kepada Rabb-nya, lepas dari kemaksiatan menuju kepada ketaatan, terhindar dari kelalaian menuju kepada dzikir, dan yang jauh dari-Nya kini kembali mendekat kepada-Nya. Wahai yang tiada merasa cukup melakukan dosa pada bulan Rajab, hingga bermaksiat kepada Rabb-nya pada bulan Wr. shallahu alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa malam lailatul qadar terjadi pada salah satu dari malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ada pula yang memperkirakan bahwa malam itu bertepatan dengan malam ke-27. Namun, nilai yang terkadung dalam hal ini, sesuai dengan pendapat Imam A’dzam Abu Hanifah RA. adalah kita sebagai umat Muslim diharapkan untuk selalu mencari dan menjemput kedatangan malam istimewa itu dengan beranggapan bahwa setiap malam adalah malam lailatul pencarian semacam ini selain memberikan pemahaman bahwa betapa istimewanya malam tersebut, hal itu juga akan membuat kita untuk lebih menjaga sikap untuk selalu mawas diri dan tidak terjatuh pada kondisi yang tidak diharapkan. Salah satu hikmah Allah membuat Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak menyebutkan pasti kapan terjadinya lailatul qadar adalah agar kita selalu menghidupkan setiap malam, seakan setiap malam itu adalah lailatul qadar merupakan malam penuh kemuliaan dan keistimewaan. Karena pada malam itu, Al-Qur’an untuk pertama kali diturunkan kepada Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Ada juga yang berpendapat pada malam itu Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia. Malam itu adalah malam penuh dengan anugerah. Orang yang betul-betul berusaha mencari keberkahan dalam lailatul qadar itu memiliki nilai istimewa yang pasti akan malam itu akan membuka dekapannya kepada orang-orang yang mengistimewakannya dan mengejawantahkan seluruh ilham yang ada pada dirinya kepada mereka. Jika memang begitu, maka berusaha untuk menjadi orang yang dapat mengistimewakan malam ini dan berupaya agar dapat menjadi bagian dari orang-orang yang diberikan nilai ini, merupakan hal yang diperlukan dalam keimanan adalah nama bagi bulan ke-9 dalam kalender Islam. Para ahli bahasa Arab mengatakan bahwa "Ramadan" merupakan bentuk masdar dari kata "Ramda" yang bermakna "hari yang sangat panas, yang memanaskan batu dan pasir, tempat panas yang membakar kaki saat berjalan dengan kaki telanjang." atau dari kata "Ramda'a" yang bermakna "tempat yang terpanggang oleh teriknya terik matahari."Bagi kaum Muslimin, Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang dilimpahi banyak rahmat dan berkah. Dengan makna yang dikandungnya serta kepingan zaman suci dan ganjaran-ganjaran yang dijanjikannya, Ramadhan ibarat sultan bagi 11 bulan bulan Rajab datang, kita mempersiapkan diri menyongsong hari-hari penuh penghambaan. Kita akan kembali mengoreksi kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan, mengintrospeksi diri dengan tobat dan istighfar, meningkatkan penghambaan dengan berbagai ibadah, serta berusaha untuk meraih kemurnian hati dan bulan Rajab dan Syaban, puasa kita tingkatkan, lebih berhati-hati dengan keharaman, menyibukkan diri dengan Alquran, serta memberi lebih banyak kebaikan dan kemanfaatan bagi hakikatnya, sama seperti hadist nabi yang berbunyi, "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami pada bulan Ramadan." Ibadah-ibadah di bulan Rajab dan Syaban ibarat persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan dan agar dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Rasulullah bersabdaخلسنا مث ،ناضمر هيلع لخد لجر فنأ مغرو ،يلع لصي ملف ؛ هدنع تركذ لجر فنأ مغر ةنجلا هلخدي ملف ،امهدحأ وأ ،ربكلا هاوبأ هدنع كردأ لجر فنأ مغرو ،هل رفغي نأ لبقArtinya "Celaka lah seseorang yang ketika disebut-sebut diriku di depannya ia tidak membaca shalawat atasku. Celaka pula seseorang yang bila bulan Ramadan menemuinya lalu pergi sebelum ia mendapat ampunan-Nya. Dan celaka lah seseorang yang kedua orangtuanya atau salah satunya berusia lanjut tetapi tidak dapat memasukkan dirinya ke dalam surga dengan membuat mereka ridha." - Sebagian orang mungkin memilih sedekah secara pilih-pilih. Hanya ingin diberikan pada orang tepat. Supaya sedekah yang diberikan dapat digunakan sebaik mungkin. Berharap bakal bisa menjadi sebuah amal banyak umat Islam memutuskan memakai jalan seperti di atas, barangkali akan sedikit orang sedekah. Serta hanya sebagian kecil dari seluruh makhluk hidup maupun benda mati di muka bumi ini yang menerima syarat dan ketentuan sedekah itu tak cuma ditujukan atau dikhususkan untuk umat Islam dan manusia umumnya. Memberi maupun membantu hewan, tumbuhan, dan lingkungan juga tetap dinamakan sedekah. Hal yang menakjubkan tentang sedekah ialah seorang yang berpenampilan ramah dan murah senyum juga dikatakan sebagai sedekah. Sebab, sedekah itu tidak melulu tentang memberi uang atau barang. Melainkan tentang niat berbuat baik pada beberapa alasan mengapa orang Islam pilih-pilih dalam bersedakah. Tidak mau mendermakan hartanya pada sembarang orang. Salah satunya karena sesuatu yang disedekahkan itu bernilai besar dan sulit ini tiga cerita tentang pentingnya sifat ikhlas. Meski sudah terlanjur bersedekah pada orang salah akhirnya rasa ikhlas muncul Tiga Kali Bersedekah pada Orang SalahRasulullah menceritakan tentang orang yang pernah bersedekah tiga kali. Semua sedekahnya salah sasaran. Tak satupun sesuai harapan. Pada suatu malam orang yang ingin bersedekah itu berdo'a pada Allah "Ya Allah, malam ini saya ingin sedekah. Tunjukan saya seseorang yang membutuhkan sedekah saya."Lantas ia keluar dari rumahnya. Setiba di suatu tempat ia bertemu dengan laki-laki. Tanpa pikir panjang karena hatinya sudah mantap ia memberi sedekah pada pria tersebut."Ini sedekah untukmu". Ia berkata lembut pagi masyarakat gempar. Muncul berita di kalangan masyarakat bahwa semalam ada seorang pencuri mendapat sedekah. Tahu hal itu tentu dia merasa menyesal berikutnya ia memohon lagi pada Allah "Ya Allah, tunjukkan saya seseorang yang berhak menerima sedekah, saya akan memberikan sedekah pada dia, semoga dapat bermanfaat."Sehabis itu ia langsung berkeliling kota di kegelapan malam. Kemudian ia menemukan seorang perempuan. Tanpa pikir panjang karena itu sudah jadi pilihan hatinya ia memberi sedekah paginya masyarakat semakin heboh. Ada kabar menyeruak tentang seorang pelacur atau pezina mendapat sedekah. Kenyataan itu membuat ia menyesal kembali. Merasa sedih karena telah bersedekah pada orang malam selanjutnya ia bermunajat lagi pada Allah "Ya Allah, hamba mohon beri hamba petunjuk, saya ingin bersedekah pada orang yang berhak menerima sedekah."Usai berdoa ia bergeges keluar rumah. Mencari-cari siapa yang pantas menerima sedekah. Bertemulah ia dengan seorang lelaki. Sekonyong-konyong ia berikan sedekah padanya. Hatinya sudah paginya banyak orang yang geger gara-gara sebuah info bahwa tadi malam ada orang kaya yang dapat sedekah. Hatinya makin terpukul. Ia menganggap sedekahnya suatu malam berikutnya ia tidur. Lalu ia bermimpi. Dalam bunga tidur itu Allah SWT mengutus malaikat untuk memberi kabar gembira padanya. "Wahai Fulan sedekahmu yang pertama pada si pencuri telah Allah terima. Ketika kamu bersedakah pada pencuri itu telah menghalanginya untuk mencuri. Sebab kebutuhannya telah terpenuhi."Baca 4 Fungsi Penggunaan Nama "Fulan", Ternyata Juga Disebutkan dalam al Quran"Sedekahmu yang kedua juga Allah terima. Pemberianmu itu telah menghalangi umat Islam untuk berzina. Sebab perempuan itu telah merasa kebutuhannya terpenuhi sehingga tak perlu berzina.""Sedekahmu yang ketiga Allah terima pula. Sebab dengan kedermawananmu itu membuat pria kaya yang awalnya kikir menjadi terbuka tangannya untuk membantu."Nilai pelajaran dari kisah di atas adalah pentingnya sebuah niat tulus. Supaya mendapat keberkahan bersedekah. Berkah untuk pemberi serta berkah bagi penerima. Amal bukan tergantung pada yang nampak tapi pada isi Bersedekah pada Orang yang Tak Tahu Terima KasihSi Fulan merasa jengkel. Sebab punya teman masa kuliah yang tak tahu cara berterima kasih. Padahal sikapnya dulu baik pada dia. Sering berdiskusi, mengobrol, dan tersenyum yaitu ketika di grup media sosial berbasis chatting temannya itu ingin menjual mesin foto copy miliknya. Sebab di masa pandemi wabah penghasilannya menurun drastis. Katanya mesin itu sulit terjual lantaran tak ada yang mau Fulan langsung saja menghubunginya lewat chat pribadi. Menawarkan sebuah bantuan. Tanpa ada kejelasan itu sebuah pemberian cuma-cuma atau hutang. Alhasil dia antusias merespon niat baik tersebut. Lantas Fulan mentrasfer sejumlah uang langsung mengechat "Terima kasih sudah memberi bantuan. Nanti kalau kondisi keuanganku sudah pulih uang itu akan aku kembalikan."Fulan menjawab "Uang itu bukan bentuk menghutangi. Tetapi aku ingin membantumu. Tak perlu dikembalikan."Beberapa hari kemudian si Fulan sengaja tidak membuka grup yang salah satu anggotanya temannya tersebut. Baru selang beberapa hari ia buka. Sungguh jantungnya terasa copot. Setelah membaca sejumlah isi chat di tidak bikin kaget. Isi chatnya menyinggung isi hati si Fulan. Lebih-lebih yang melakukan temannya yang baru saja dibantu. Ia merasa tidak dihargai. Sempat terbesit kecewa, marah, dan ingin ia mendapat hidayah. Gejolak di hatinya sudah mereda. Ia berusaha sekuat tenaga untuk ikhlas pada apa yang telah disedekahkanya. Ia sadar bahwa sedekahnya itu bukan untuk dirinya. Melainkan untuk Allah Bersedekah pada Orang yang Ketagihan DisedekahiSeorang pemberi sedekah merasa kesal pada orang sepuh penjual pikul gotong. Sebab, setelah diberi uang sedekah saat berada di depan rumahnya tidak beberapa lama lagi muncul. Berdiri di depan rumah seakan ingin disedekahi misi sedekah pada masyarakat pedalaman sumber gambar gratis dari pixabayIa merasa risih dan menyesal bersedekah. Mau keluar rumah jadi canggung karena ada penjual yang pernah disedekahi. Alhasil, ia memutuskan untuk bersedekah lagi. Selain kasihan juga memang ada niat untuk bersedekah tetapi target sedekahnya tidak ingin ia fokuskan pada satu orang. Setelah mendapat masukan dari guru agamanya ia akhirnya tahu. Tidak ada salahnya bersedekah pada orang/tempat yang sama secara tidak sedikit orang yang Allah persulit untuk bersedekah. Bukan hanya karena sedang sakit dan tak punya waktu di tengah kesibukan. Melainkan pula karena sedekahnya ditolak. Ia jadi sadar bahwa itu barangkali kemudahan dari Allah yang diterima olehnya. Ia tak perlu lagi capek-capek mencari orang yang mau menerima uang 10 ribu tanpa menyinggung perasaan si penerima. KEKUATAN ikhlas, seperti apa? Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman “aku akan mencukupi para sekutu dalam persekutuan nya siapa yang beramal dengan menyertakan selainKu maka aku akan meninggalkannya bersama sekutunya.” Dari Abu Hurairah RA. Maksudnya, Allah SWT berlepas diri dari persekutuan dan lainnya. Siapa yang mengamalkan sesuatu untukKu dan selainKu, maka aku tidak akan menerimanya. Bahkan aku akan membiarkan amalan tersebut untuk selainKu. Dengan kata lain amalan itu tidak mendapatkan pahala bahkan bisa mendatangkan dosa. BACA JUGA Dahsyat, Ini 8 Keuntungan Membaca Surat Al Ikhlas Kekuatan Ikhlas Ahli Hikmah Diriwayatkan dari sebagian ahli hikmah “Sesungguhnya perumpamaan orang yang beramal karena ria dan sunnah adalah seperti orang yang pergi ke pasar namun memenuhi saku bajunya dengan kerikil. “Orang-orang mengatakan bahwa kerikil itu tidak dapat memenuhi kebutuhan orang itu. Ia tidak mendapatkan manfaat apa-apa selain ocehan dari orang lain. Jika ia ingin membeli sesuatu, maka ia tidak bisa membelinya dengan kerikil. “Maka, demikian pula halnya dengan amalan yang dilakukan karena riya dan sunnah. Tidak ada manfaat amalnya, kecuali sanjungan dari manusia dan tidak ada pahala sedikitpun baginya di akhirat nanti. Foto Pinterest Kekuatan Ikhlas Firman Allah SWT Sebagaimana hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan.” Allah akan menggugurkan pahala amalan amalan mereka yang bukan karena mengharapkan Ridha Allah SWT. Lalu Allah jadikan amalan amalan itu seperti debu yang beterbangan. BACA JUGA Ikhlas dalam Ketaatan Kekuatan Ikhlas” Ahli Hikmah Sebagian ahli hikmah pernah ditanya, “siapakah orang ikhlas itu?” Jawabannya, orang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan amal kebaikannya sebagaimana ia menutupi amal keburukannya. Kekuatan Ikhlas Ali Bin Abu Thalib Ali bin Abu Tholib RA berkata “Ada empat tanda bagi orang yang riya dalam beramal, yaitu malas beramal jika sendirian, rajin beramal jika banyak orang, semakin rajin beramal jika mendapat pujian, dan semakin malas beramal jika mendapat celaan. Kekuatan Ikhlas Ahli Hikmah Kisah kekuatan ikhlas lainnya. Sebagian ahli hikmah berpendapat bahwa orang yang beramal hendaknya meniru ada beramal yang dilakukan oleh pengembala kambing. Karena jika si penggembala kambing melakukan salat di samping gembalaannya, salatnya tidak pernah ingin dipuji oleh kambing-kambingnya. Demikian pula orang yang beramal, hendaknya ia tidak pernah memperhatikan pandangan manusia terhadap amalnya. Sebaliknya ia harus mampu beramal secara konsisten, baik dikala ramai maupun sepi. Beramal tanpa mengharapkan pujian manusia. Kekuatan Ikhlas Syaqiq Ibnu Ibrahim Seseorang bertanya kepada syaqiq Ibnu Ibrahim “Manusia menyebutku sebagai orang soleh. Tetapi bagaimana caranya saya mengetahui bahwa saya ini termasuk orang Saleh atau bukan?” Syaqiq menjawab “Pertama, tampakkanlah amalan yang kamu rasakan itu di hadapan orang-orang saleh. Jika mereka meridhoinya, berarti kamu termasuk orang sholeh. Jika mereka tidak meridhoinya, kamu belum tergolong orang saleh. Kedua, palingkan dunia dari hatimu. Jika kamu sanggup berpaling dari kehidupan dunia, berarti kamu termasuk orang soleh. Jika kamu tidak sanggup, kamu belum termasuk orang sholeh. Ketiga, palingkanlah kematian dari jiwamu. Jika kamu berani mengharapkan kematian, berarti kamu termasuk orang soleh. Jika kamu belum berani menghadapi kematian, kamu belum termasuk orang sholeh. Foto Pinterest Jika tiga hal ini telah berkumpul dalam dirimu, rendahkanlah dirimu kepada Allah SWT, agar amalanmu tidak ternodai sifat riya dan tetaplah Istiqomah dengan amalanmu” BACA JUGA Seperti Apakah Bentuk Ikhlas Itu? Kekuatan Ikhlas Hamid al-Laffaf Hamid al-Laffaf berkata “jika Allah SWT menghendaki seseorang celaka, maka Allah akan menyiksanya dengan tiga tanda. Pertama, Allah memberikan ilmu kepadanya, tetapi Allah tidak menganugerahkan kemampuan untuk mengamalkan ilmu itu. “Kedua, orang itu senang bergaul dengan orang-orang saleh, tetapi ia sendiri enggan mengetahui kewajiban-kewajiban orang-orang saleh. Ketiga, Allah membukakan pintu ketaatan baginya, tetapi ia tidak dapat ikhlas beramal.” Berkaitan dengan perkataan al-Laffaf, seorang ahli fiqih berkata “hal itu terjadi karena orang menyimpan niat dan tujuan yang buruk. Seandainya niatnya baik, Allah SWT akan menganugerahinya manfaat ilmu dan keikhlasan beramal.” Dalam sebuah syair disebutkan Riya dapat mengikis pahala amal yang dilakukan seseorang Jika kamu beramal dengan riya, maka kamu tidak akan mendapatkan pahala apa-apa Kekuatan Ikhlas Bisyar Ibnu Al harits Al Hafi Bisyar Ibnu Al harits Al Hafi berkata “seseorang tidak akan pernah merasakan manisnya ketaatan jika amalan yang ingin diketahui manusia.” Sebagian ahli hikmah menuturkan “siapa yang menganggap dirinya telah menguasai tiga hal, tanpa menghilangkan tiga hal lainnya, maka ketahuilah bahwa setan telah memperdaya nya. Pertama, orang yang mengaku dirinya telah merasakan manisnya ketaatan, tetapi ia tidak dapat menghilangkan rasa cinta dunia. Kedua, orang yang mengaku dirinya telah ridho dengan penciptanya, tetapi ia tidak dapat mengelak dari kesalahan terhadap dirinya. Ketiga, orang yang mengaku telah mampu beramal dengan ikhlas, tetapi ia masih senang dengan pujian orang lain. BACA JUGA Kenapa Harus Jadi Orang yang Ikhlas, Bukan Orang yang Baik? Kekuatan Ikhlas Al Husain Al Husain berkata “orang yang memperlihatkan amal kepada orang lain, pahala amalan ia akan terhalang. Sedangkan, orang yang beramal hanya untuknya, maka ia akan dibebaskan dari rasa ria.” Sudah belajar untuk iklhas hari ini? [] Sumber Buku Nasihat Langit untuk Maslahat di Bumi, Oleh Syekh Abdul Hamid Al-Anquri Ulama Abad ke-8

cerita pendek tentang ikhlas