Erupsi freatik adalah letusan yang terjadi karena penimbunan uap air dan gas vulkanik sehingga menyebabkan sumbatan di mulut kawah terbuka. Terbukanya mulut kawan memberikan jalan pada magma untuk keluar ke permukaan. Ketika erupsi freatik terjadi, material vulkanik yang keluar didominasi oleh uap air, gas vulkanik, debu, pasir, dan kerikil. Air tanah freatik atau preatis adalah air tanah dangkal yang berada di akuifer bagian atas. Baca juga: Siklus Air: Pendek, Sedang, dan Panjang Air tanah ini berada di bawah permukaan tanah dan di atas lapisan batuan kedap air (impermeable). Lihat Foto Pada erupsi freatik, sumbernya adalah uap air yang berasal dari air bawah tanah yang mengalami pemanasan intensif oleh sumber panas tertentu. Di sisi lain, erupsi freatomagmatik mirip dengan erupsi freatik. Tetapi sebagian tenaganya berasal dari magma segar yang sedang bergerak naik. Ciri-ciri Letusan Freatik: Liputan6.com, Jakarta Salah satu program prioritas pemerintah hingga 2024 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah untuk mewujudkan 90% akses sanitasi layak, termasuk di dalamnya 15% rumah tangga memiliki akses sanitasi aman, serta penurunan angka BABS hingga 0%.. Target pemerintah ini sejalan dengan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Muka air tanah (disebut juga zona permukaan freatik) adalah permukaan imajiner yang menjadi batas antara zona akuifer jenuh air dan tak jenuh air. Zona jenuh air merupakan zona dengan pori dan retakan tanah yang terjenuhkan oleh air. Muka air tanah juga dapat dijelaskan secara sederhana sebagai kedalaman tempat tanah terjenuhkan air. Air tanah berdasarkan letaknya dibagi kembali menjadi 2 jenis, yaitu Air Tanah Freatik dan Air Tanah Dalam (Artesis). Air Tanah Freatik adalah air tanah dangkal yang terletak tidak jauh dari permukaan tanah dan berada diatas lapisan impemeable atau kedap air, contohnya adalah air sumur. .

air tanah freatik adalah